Nama Abu Sangkan
Subyek Re : Rasulullah Buta Huruf
Tanggal 12 Juni 2003; 06.37
 

Assalamu'alaikum warahwatullahi wabarakaatuh .


Kata Ummi

Kata Ummi dalam kamus Bahasa Arab artinya tidak bisa baca dan tidak bisa tulis. Namun kata itu akan berubah maknanya jika sudah menjadi sebuah kalimat yang berkaitan dengan kandungan maksud yang lain.atau bisa menjadi alat bantu untuk idiom sebuah kandungan arti yang lebih dari kata tersebut. misalnya kata " makan" , arti harfiahnya adalah memasukkan sesuatu (makanan) kedalam mulut lalu menelannya. Akan tetapi bisa berubah arti jika kata makan dimasukkan kedalam kalimat " senjata makan tuan" , artinya senjata yang dia miliki telah menjadi alat membunuh dirinya sendiri.

Kata "An yadhriba" dalam surat Al Baqarah : 26 asal katanya adalah dharaba-yadhribu-dharban artinya telah memukul , akan tetapi berubah arti setelah masuk kedalam sebuah kalimat, " Sesungguhnya Allah tiada segan membuat ( an yadhriba ) perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih dari itu ( Al baqarah: 26) kita tidak bisa mengartikan "Allah tiada segan memukul nyamuk atau lebih dari itu ….."

Menyimak alasan-alasan dalam pertanyaan diatas saya akan membahas soal ayat yang di kemukakan . Perhatikan ayat berikut ini :

Diantara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakannya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu, dan diantara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dirham tidak dikembalikannya kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: Tidak ada dosa bagi kamu terhadap orang-orang ummi. ( QS. Ali Imran: 75 )

Ada sebagian orang-orang Yahudi ( Ahli kitab ) apabila diberi amanah harta, mereka akan mengembalikannya karena takut terhadap hukum Tuhan. Sebagian lagi berpendapat tidak perlu mengembalikan uang (harta) amanah, karena tidak ada hukum yang berlaku bagi orang-orang arab . Karena itu mereka menyebutnya sebagai orang yang ummi ( orang yang tidak tahu hukum /buta hukum/ tidak diturunkan Al kitab ). Mereka menganggap rendah derajat orang-orang arab disebabkan tidak tahu hukum.

Memang sebutan (julukan) itu sering diungkapkan oleh bangsa yang peradabannya lebih tinggi, sehingga menganggap bangsa lain primitif ( terbelakang ). Dahulu, bangsa Jerman menganggap dirinya sebagai bangsa Arya yang memiliki peradaban lebih tinggi sehingga orang-orang yahudi dianggap rendah. Orang-orang kulit putih di Eropa maupun di Afrika memperlakukan kaum yang berkulit hitam seperti tidak mempunyai hak sebagai manusia yang bebas, sehingga mereka menindas dan memperbudak bahkan dijual belikan. Itulah watak orang kafir yang justru tidak beradab. Kata ummi yang dilontarkan orang-orang yahudi itu hanyalah pelecehan dan penghinaan terhadap kaum yang belum memiliki kitab, sehingga mereka berani berpendapat dan memperlakukan orang-orang Arab dengan menipu atau tidak mengembalikan uang yang diamanatkan kepadanya.

Tuduhan-tuduhan palsu dari orang-orang kafir terhadap Al Qur'an

Firman Allah :

Dan orang-orang kafir berkata : Al qur'an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain. Maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar.

Dan mereka berkata: Dongengan-dongengan orang-orang terdahulu , dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang.

Katakanlah : Al Qur'an itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan dibumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.
(QS. Al Furqan: 4-6)

Orang-orang kafir telah menuduh Nabi Muhammad dengan sangat menyakitkan, bahwa Alquran itu hanyalah hasil dongeng-dongeng orang-orang terdahulu yang dikumpulkan bersama orang lain yang dimintakan untuk menulis dan Muhammad yang membacakannya. Hal ini dibantah sendiri oleh Allah bahwa itu bukan hasil karangan Muhammad apalagi bekerja sama dengan orang lain " Al qur'an itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan dibumi "

Ayat diatas bukan menjelaskan Muhammad mampu menulis atau membaca. Akan tetapi penjelasan atas tuduhan orang-orang kafir yang mengatakan Al qur'an merupakan hasil karangan Muhammad kemudian ditulis bersama orang-orang terdekatnya.

Jadi tidak tepat mengatakan Muhammad bisa membaca dengan mengutarakan ayat ini. Karena kata Muhammad "membaca" disini , merupakan sangkaan orang-orang kafir. Tidak bisa dijadikan landasan dalil.

Dalil diatas sering digunakan untuk menjatuhkan argumentasi orang Islam bahwa Al qur'an bukanlah wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad . Dengan alasan Muhammad pernah membaca dan menulis kitab-kitab sebelumnya. Dengan meyakini Muhammad bisa membaca huruf berupa rangkaian hijaiyyah, kita telah terjebak kepada perangkap orang-orang kafir. Maka kita akan turut membenarkan bahwa Muhammad sebenarnya hanyalah orang yang meniru (Plagiator) atau terinspirasi oleh apa yang telah dibacanya dan dipelajarinya. Sehingga muncul gagasan untuk membuat kitab baru. Hal ini akan berbahaya bagi kebenaran Al qur'an dan sangat meragukan, kalau difahami sebagaimana tuduhan orientalis. Justru Allah menjaga Muhammad dari tuduhan tersebut dengan ditakdirkan ummi ( tidak bisa membaca huruf dan menulis ). Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala :

Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya ( Al qur'an ) sesuatu kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu. Andaikata (kamu pernah membaca dan menulis) benar-benar ragulah orang yang mengingkarimu. (QS. Al Ankabut : 48)


Marilah kita perhatikan sebuah peristiwa bersejarah yang menentukan kebenaran Al qur'an. Ketika beliau sudah berbulan-bulan berkhalwat disebuah Goa seorang diri , lalu tiba-tiba ada getaran yang menyesakkan dadanya yang terasa berat sekali. Sehingga menjadilah jelas apa penyebabnya. Seorang malaikat sang utusan yang memerintahkan untuk membaca: Bacalah Ya Muhammad …..Aku tidak bisa membaca, bacalah ya Muhammad….Aku tidak bisa membaca , bacalah Ya Muhammad…Aku tidak bisa membaca ! setelah tiga kali mengatakan tidak bisa, tiba-tiba dengan lancar beliau mengikuti apa yang diperintahkan oleh Sang Utusan (Jibril). Sebuah kalam yang tidak keluar dari mulut dan fikiran masuk kedalam sukma Muhammad.

Iqra' bismirabbikal ladzi khalaq..khlaqal insaana min 'alaq, iqra' qarabbukal akram, alladzi 'allama bil qalam, 'allamal insaana maa lam ya'lam ….(QS. Al 'Alaq :1-5)

Dengan tegas Muhammad mengatakan tidak bisa membaca, karena mengira perintah membaca adalah membaca huruf-huruf hijaiyyah atau tulisan, beliau menyadari hal itu sehingga malaikat menyampaikan wahyu yang disusupkan kedalam hatinya.

Ditegaskan juga dalam surat Al A'laa :6

Sanuqriuka falaa tansaa …..Kami akan membacakan ( Alqur'an ) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa.

Muhammad tidak membaca rangkaian huruf hijaiyyah ( Arab), akan tetapi beliau menerima wahyu yang disusupkan kedalam hati sanubari yang bukan berupa suara maupun huruf ( laa shatun wa laa harfun ). Maka fahamlah Muhammad sebagaimana lebah yang difahamkan oleh Allah untuk membuat sarangnya. Wa auhaa rabbuka ila an nahli ( An Nahl 16:17). Allah yang mengajarkan Muhammad apa-apa yang tidak diketahuinya ( Allamal insaana ma lam ya'lam).

Dalam surat Al 'Alaq tidak disebutkan objek yang dibaca berupa rangkaian huruf atau sebuah kitab, akan tetapi objeknya adalah prosesi penciptaan manusia dari 'alaq. Tertulis kata perintah " Iqra", tetapi objeknya apa ? apa yang dibaca ? Mengapa tidak ," Iqra' kitaban " ( bacalah Al kitab ). Dan Al qur'an itupun turun berangsur-angsur sampai 23 tahun, tepatnya 22 tahun 2 bulan 22 hari.

Muhammad membaca Al qur'an bukan karena beliau pandai membaca huruf hijaiyyah, akan tetapi muhammad dibacakan oleh Allah (sanuqriuka falaa tansaa ) sehingga beliau tidak akan lupa selamanya. Sedangkan bahasa Allah bukanlah berupa tulisan dan bukan berupa suara ( laisa kamistlihi syaiun ,tidak serupa dengan makhluknya ).Karena Allah menghimpun pengertian itu kedalam hati Nabi dengan sangat cepat. ( arti wahyu dalam kamus bahasa Arab), bukan proses berfikir dan proses belajar. Inilah hikmah keadaan Rasulullah Ummi ( Baca: Tidak bisa baca dan tulis). bukanlah menghina Rasulullah akan tetapi justru mengangkat derajat kebenaran Rasulullah. Seorang yang tidak mampu menulis dan membaca bisa menghasilkan ilmu yang sangat tinggi dan modern. Dan tidak mungkin berasal dari gagasan cerdas Muhammad karena dia adalah seorang yang UMMI. Hal ini terbukti ketika Allah menantang untuk membuat ayat yang serupa dengan Alqur'an. Ternyata mereka tidak mampu menciptakan tandingan Alqur'an yang berasal dari Muhammad yang tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis.

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad) , buatlah satu surat (saja) yang semisal Alqur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah. jika kamu orang-orang yang benar. (QS. Al baqarah : 23 )

Membaca

Seorang yang ummi (tidak bisa baca dan menulis) bukan berarti orang tersebut bodoh atau dungu (jahil), sebab selama ini banyak orang terjebak dengan kata " membaca " dengan pengertian sempit, yaitu membaca rangkaian huruf-huruf. Padahal banyak sekali pengertian membaca dengan makna yang lebih luas, seperti membaca situasi, membaca raut muka (aura), membaca getaran cinta, membaca perasaan, membaca alam semesta, membaca arah angin, membaca diri sendiri. Hal ini dinyatakan dalam Al qur'an dengan tegas bahwa Allah mengajarkan manusia (Muhammad) membaca dalam bentuk bukan berupa tulisan, yaitu ayat kauniyah.

Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat ayat-ayat Allah bagi orang-orang yang beriman. Dan pada penciptaan kamu dan binatang-binatang yang melata yang tersebar (dimuka bumi ) terdapat ayat-ayat kekuasaan Allah bagi kaum yang yakin, dan pada pergantian malam dan siang serta hujan yang diturunkan Allah dari langit sebagai rizki lalu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya dengan air hujan itu, dan pada perkisaran angin terdapat pula ayat-ayat kekuasaaan Allah bagi mereka yang berakal. Itulah ayat-ayat Allah, kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya , maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan ayat-ayat-Nya" (QS: Al jaatsiyah, 45: 3-6)


Seorang ilmuwan pada prinsipnya tidak membaca tulisan pada saat mereka meneliti fenomena alam baik binatang, manusia, tanaman. Karena pada diri alam tersebut sudah terdapat sistem yang bisa berbicara kepada orang yang mengamati atas dirinya (tidak menggunakan kata-kata). Seandainya dua atom hidrogen itu bisa bicara dia akan mengatakan kalau aku bersenyawa (bersetubuh) dengan oksigen (satu ) maka aku akan menjadi air. Demikian juga jantung akan berkata : Aku yang memompa darah sehingga bergerak dan nutrisi bisa disuplai keseluruh organ tubuh maka manusia menjadi tumbuh berkembang . Apabila diriku (jantung) sebagai pemompa ini rusak, maka kiriman nutrisi akan terhambat, akibatnya manusia akan jatuh sakit dan bisa mati.

Akan lebih jelas lagi kalau kita khususkan pengamatan kita atas ayat Allah berupa peristiwa kejadian manusia. Kita akan lebih banyak mengetahui berbagai hal yang tadinya merupakan sebuah misteri. Bagaimana sebuah sel telur atau ovum, atau sel reproduksi wanita yang telah dewasa ditempatkan dalam jaringan yang berbentuk bisul di permukaan indung telur. Lalu kemudian terbukalah pintu, dan ovum itu bergerak maju ke bagian ruang peranakan. Kemudian terus berjalan hingga ke ujung saluran indung telur, yaitu satu pipa saluran menuju kandungan. Begitu seterusnya hingga ovum siap dibuahi, hingga muncullah zigote, janin, bayi dan seterusnya.

Itu baru sebuah proses awal, dimana itupun mendorong kepada munculnya pengetahuan lain. Misalnya komposisi cairan di dalam saluran indung telur dalam kandungan, lalu proses gerak dari ovum sendiri. dengan cara demikian Allah berkomunikasi memberikan ajarannya melalui perantara kalam sehingga manusia menjadi faham dan berilmu. Dari setiap sistem yang berlaku dalam penciptaan tersebut, Allah sekaligus mengilhamkan sebuah pengertian atau kefahaman bagi si " Pembaca". (bukan membaca huruf).

Firman Allah dalam surat Al mukminun, 23 ayat: 12-14

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati (ekstrak ) tanah, kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan ) dalam tempat yang kokoh (rahim) , kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang. Lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian Kami jadikan dia makhluk (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik

Sorang pemerhati penciptaan alam telah tertarik dengan sebuah gundukan tanah yang menjulang kelangit. Sebuah sarang rayap yang penuh keajaiban. Yang kelihatannya sepele (remeh) ternyata menyimpan sebuah kecerdasan yang mengalir pada diri para penghuninya. Bagaimana tidak, saat suhu udara diluar bergerak antara 35 derajat fahrenheit (pada malam hari) hingga 104 derajat Fahrenheit (pada siang hari), suhu didalam sarang tetap stabil, kira-kira hanya 87 derajat Fahrenheit. Ternyata ada sebuah lubang angin dibawah gundukan sehingga udara yang hangat di siang hari mengalir keseluruh ruang, sementara ruang-ruang itu telah basah oleh lumpur yang dibawa rayap dari genangan dibawah tanah sehingga kelembaban udara di dalam sarang tetap terjaga. Tak heran jika jamur yang dibutuhkan rayap sebagai makanan tumbuh subur disini.

Kehebatan ini yang membuat arsitek di Zimbabwe berguru kepada rayap. Mereka ingin membuat rumah yang dingin seperti rumah rayap. Belajar dari melihat dan memperhatikan apa yang dilakukan rayap, para arsitek Pearce Partnership di Harare, Zimbabwe, menerapkan ide yang sama untuk membangun sebuah komplek perkantoran dan Real Estate , maka berdirilah bangunan Eastgate. Bangunan tersebut sebenarnya terdiri dari dua bangunan. Di bagian atapnya dihubungkan oleh semacam jembatan miring berbahan kaca, sehingga angin menjadi bebas masuk pada malam hari. Kipas-kipas yang dipasang disetiap ruangan mengalirkan udara dingin dari luar atrium, udara masuk rongga di lantai dasar, persis seperti lubang rayap. Di bagian dasar ini , udara segar mengalir ke setiap ruang perkantoran melalui ventilasi lantai, sementara udara panas di siang hari akan keluar gedung melalui cerobong di atas atap.

Masya Allah keajaiban yang luar biasa. Kita tidak usah malu memiliki seorang Nabi yang Ummi (tidak bisa baca tulisan), dan tidaklah hina bersikap seperti para arsitek Pearce Partnership. Bahkan mereka mendapatkan penghargaan yang tinggi karena gagasannya menciptakan gedung yang hebat. Archimides terangkat derajatnya karena memperhatikan telur nyamuk yang mengapung diatas air ( innallaha laa yastahyi an yadhriba matslan ba'uudhatan …QS.2: 26) . Thomas Alfa Edison terangkat derajatnya karena mengamati ledakan petir yang dahsyat, lalu dunia menjadi terang benderang setelah ledakan itu dibuatnya mini (kecil) di dalam bola kaca ( qulin dhuruu madza fissamaai wal ardh....QS.10:101 ) . Sigmund Freud terkenal karena mengamati jiwanya (wa fii anfusikum afala tubshiruun...QS.45:3 ,QS.91:7-9 ), Albert Enstein dihormati diseluruh dunia karena menemukan relativitas waktu ( wal Ashri innal insaana lafi husrin ,QS.103:1-2), dan banyak lagi orang-orang yang membaca fenomena alam ahirnya menjadi profesor.

Namun sungguh disayang para pembaca yang budiman itu bukanlah dari kalangan orang-orang yang suka membaca Alqur'an. Mungkin kebanyakan ummat Islam menyangka Alqur'an itu hanya sekedar bacaan yang berpahala,kemudian untuk musabaqah tilawah sehingga terlena dengan lagu-lagu yang indah. Ahirnya melupakan pesan-pesan didalamnya.

Demikian semoga Allah Allah menuntun hati kita , amin.
Abu Sangkan Paraning Wisesa.

 
Copyright © Yayasan Bukit Thursina 2002