Nama Abu Sangkan
Subyek Re : Gerak Reflek Ketika Berzikir
Tanggal 20 September 2001; 05.15
 

Assalamulaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Saya sudah mendengarkan pengalaman anda sebelum mengikuti praktek dzikir di Islamic Centre, Bekasi- Jawa Barat.

Anda mengalami gerakan-gerakan yang tidak bisa dikendalikan ketika anda rajin tahajjud, sering keluar kata-kata yang muncul dari kendali pikiran anda saat berdzikir.

Secara alami otak bersifat konservatif, ia merekam seluruh sejarah evolusi kehidupan kita sejak masa dalam kandungan hingga kini. Sejarah kehidupan itu tersimpan di dalam otak berlapis-lapis dalam ikatan elektronen. Pada masa normal manusia bisa mengeluarkan memori atau file pengalaman kehidupan itu dengan cepat mencari data-data yang pernah tersimpan, untuk dipergunakan dalam pertimbangan-pertimbangan berfikir didalam melaksanakan tugasnya sebagai manusia ( khalifah ). File-file tersebut berupa apa yang dirasakan, berupa ketakutan, kegembiraan, cinta, menangis , atau apa yang yang dilihat, apa yang hayalkan dan banyak lagi yang lainnya.

Kita masih ingat sekali dimasa kanak-kanak bermain lumpur disawah, bekas dibajak pak Tani, lalu membalurkan kesekujur tubuh yang telanjang, kemudian kita main banting-bantingan dengan teman-teman di pinggir kali. Atau kita masih teringat bagaimana rasa takut yang mencekam ketika dikejar anjing, bayangan itu masih tanpak jelas sekali. Setelah kita mengambil file itu kita bisa dengan sadar menyimpannya kembali. Akan tetapi seorang yang mengalami skizofrenia ..ia tidak bisa menyusun kembali file-file yang telah diambilnya …kadang secara tidak tersusun file itu keluar tanpa diminta .....dan tubuh tidak mampu mengendalikan memori yang terus keluar dalam fikirannya . Kejadian ini sama halnya dengan orang yang mengalami ngelindur atau mengigau, depressi, pengerutan pada otak ( disebabkan kekurangan gizi ) atau juga akibat kerusakan susunan syaraf otak . atau terhadap orang yang menghipnosa dirinya menjadi seekor kuda ( didalam trance pada kuda lumping ).

Bisakah hal ini terjadi kepada orang yang melakukan laku spiritual ,misalnya secara tidak sadar dia merasakan ada yang membisikkan untuk melaksanakan suatu perintah, atau merasakan ada yang masuk kedalam tubuhnya lalu menggeliat bergerak menggetarkan tubuh dan mengendalikan tanpa bisa dikuasai oleh pikiran. Mulutnya begitu saja berbicara penuh dengan getaran dan berwibawa seperti seorang tokoh, atau kadang juga dia bisa mengetahui apa yang dipikirkan oleh orang lain. Tubuhnya sangat sensitif menangkap sinyal dari luar dirinya.

Sebaiknya kita membahas terlebih dahulu mengenai proses jiwa dan kaitannya dengan fisiologi.

Banyak orang khawatir mempelajari ilmu spiritual, karena perilakunya banyak yang aneh-aneh, bahkan cenderung seperti orang gila !!

Namun ada perbedaan penting antara pengalaman orang normal dan penderita sakit mental. Michael Jackson yang meraih gelar doctor di Universitas Oxford, mengatakan bahwa memang ada kemiripan antara pengalaman penderita mental dan orang normal.

Pengalaman penderita mental lebih bersifat mengganggu dari pada meneguhkan atau mengilhamkan. Penderita mental menurut Jackson cenderung lebih tenggelam (sulit berjarak dengan pengalaman tersebut) dari pada orang yang normal. Dan kehilangan kontak dengan realitas dalam jangka waktu lebih lama dengan menunjukkan perilaku yang tidak wajar ( dikutip dari buku SQ, Danah Zohar dan Ian marshall terj. Jalaluddin Rahmat )

Orang yang terganggu mentalnya biasanya dirinya seperti dikuasai oleh diluar dirinya, kemudian seperti merasakan memasuki dunia lain, akan tetapi ia tidak mampu menguasai keadaan itu. Sebaliknya orang yang mengalami spiritual normal, akan sadar ketika akan memasuki alam baru. Ia menguasai dirinya karena ia memiliki jarak antara pengalamannya. Untuk itu apabila kita merasakan seperti itu, sebaiknya cepat bertindak dengan mengabaikan keadaan itu dan terus menerus menuju kepada Yang Maha Tak terhingga. Kita harus melawannya dengan kekuatan mental kita sendiri. Kita harus tegar dan cepat bertindak dengan tegas …jangan membiarkan suasana perasaan seperti tertekan sebaiknya anda harus rileks …jangan menganggap terlalu sakral belajar ketuhanan ….

Seperti pernah saya katakan : bahwa anda harus melampaui keadaan pengalaman anda sehingga anda tidak dikuasai …anda harus melawannya …sebenarnya kalau anda teruskan setelah anda mengalami plong dan tenang ..berarti ada perubahan bahwa anda akan berada diatas mental anda sendiri ….antara anda dan pengalaman mempunyai jarak sangat jelas ….anda tidak akan merasa ketakutan . Sebaliknya spiritual yang benar adalah kedamaian dan ketenangan yang luar biasa ..dan dapat mengendalikan emosi dan mentalnya ..dia berada diatas instrument jiwanya .

Kalau antara pengalaman tidak memiliki jarak, maka kemungkinan besar orang itu akan dikuasai oleh keadaan mental ..akibatnya dia akan menderita skizofrenia …dan akan mengganggu …seperti ada perintah mencukur seluruh rambut pada badan …ada orang yang mengatakan dirinya seorang Imam Mahdi ..atau kemasukan Roh-nya Sunan Kali Jaga dll.

Lakukanlah berdzikir ….luruskan hanya kepada Allah Yang Maha Tak Terhingga …..

Apabila anda merasakan getaran …kuatkan focus anda hanya kepada Allah saja !!

Jangan mengikuti perasaan yang menuntun kearah yang tidak anda kuasai …biarkan getaran itu terus bergetar keras sekali …dan doronglah jiwa anda terus ..Allah ..Allah

Allah …Allaaaaaaaahhh sambil melepaskan ikatan perasaan anda ….

Ulangi lagi ..sampai anda benar-benar bisa tenang dan plong ……biasanya rasanya tenang sekali …hening dan fikiran menjadi sangat terang ….

Semoga anda tetap teguh berjuang …jangan biarkan berlarut-larut .

Saya menyarankan anda untuk sering bertemu kawan-kawan yang di Cijantung

Demikian, mudah-mudahan uraian saya diatas bermanfaat untuk kita semua .


Wassalamu'alaikum Wr, Wb,
Abu Sangkan

 
Copyright © Yayasan Bukit Thursina 2002