Assalamua'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Bahasa
Ruh adalah bahasa universal yang bisa dirasakan oleh setiap makhluk,
termasuk binatang dan alam. Akan tetapi kita belum banyak mengenal
apa sebenarnya bahasa ruh atau yang biasa disebut bahasa ruhani.
Disadari atau tidak bahasa ruhani ini sering kita gunakan di dalam
berkomunikasi dengan orang maupun dengan binatang, tumbuhan dll
. Anda mungkin tidak menyadari ketika sedang berbicara
dengan bayi anda, dengan kuda peliharaan anda, dengan tanaman
bonsai
dan anda merasakan kepuasan bathin setelah semua
yang anda utarakan disambut
dengan baik, dan anda mengerti !
Mari
kita telusuri asal bahasa kita, seperti apakah bahasa kita ini
sebenarnya
Bahasa yang kita kenal sekarang ini adalah sebuah
rumus-rumus atau isyarat untuk mengungkapkan makna yang hakiki
dari bahasa ruhani,
dimana bahasa ruhani itu sendiri tidak
berhuruf, tidak berupa suara, tidak berupa bentuk, akan tetapi
berupa pakerti (baca : intuisi, ilham, wahyu) dan bahasa ini dapat
dipahami oleh semua makhluk tanpa batasan. Bahasa ini dipahami
oleh orang Perancis, Inggris, Jawa, Madura, Badui, Irian, ~ bahkan
anjing dan lebah dapat mengerti bahasa
ruhani ini
.
Rasa
suka, cinta, rindu dan benci, merupakan salah satu contoh dari
bahasa ruhani yang bersifat universal, kemudian sejarah manusia
menciptakan rumusan-rumusan yang dapat dimengerti dan disepakati
oleh komunitasnya, sehingga menjadi sebuah budaya bahasa yang
kita kenal sekarang ~ dengan berbagai rumus-rumus yang beraneka
ragam ~ namun tetap menceritakan keadaan yang sama persis seperti
yang dirasakan oleh setiap manusia atau binatang. Misalnya rasa
rindu, kasih sayang, cinta dan benci, setiap orang memiliki bahasa
ini namun cara pengungkapan keadaan inilah yang berbeda
.
Keadaan
ini sudah ada sejak lahir, cobalah anda perhatikan seorang bayi
~ ia bisa tersenyum, tertawa, marah, menangis, lapar, kenyang,
dan mengantuk ~ semuanya ada tanpa rekayasa pikirannya ~ keadaan
ini sudah ada begitu ia ada
..Kita tidak pernah mengajarkan
menangis kepada bayi jika mengalami kekecewaan, atau tertawa jika
mendapatkan rasa senang, dan kita tidak
pernah mengajarkan rasa lapar, dan rasa kenyang ~ rasa itu ada
begitu saja tanpa diminta, ia datang diluar pikiran dan sangat
murni. Tanpa ada rumus bahasa manusia " kita semua mengerti
" keadaan ini. Ketika orang tidak suka terhadap sesuatu,
maka pertama kali yang muncul adalah "keadaan atau rasa",
kemudian manusia membuat isyarat (baca: bahasa yang dirangkai
terdiri dari huruf, kata, kalimat ) agar orang lain memahami keadaan
atau rasa yang terjadi pada dirinya.
Pertanyaan
anda adalah, apakah bahasa ruh itu bisa dipelajari ??
Banyak
cara yang dilakukan orang untuk mempelajari bahasa ruh tersebut,
untuk dapat berkomunikasi dengan orang melalui
kerohaniannya yang murni ( yang jujur).
Pada
prinsipnya bahasa rohani itu adalah bahasa kita sendiri bukan
bahasa yang asing bagi kita, entah karena apa pengetahuan ini
kurang dikenal oleh kita, sehingga kita tidak merasakan bahwa
kita sebenarnya berbahasa dengan hati kita yang di rumuskan dengan
huruf-huruf atau isyarat-isyarat yang disepakati
..
Sebelumnya
saya akan menjelaskan beberapa hal terpenting dalam diri manusia
yang dapat dipelajari untuk menangkap bahasa yang tidak berhuruf
tersebut .
Phenomena
Jiwa
Untuk
memahami bahasa ruhani ini biasanya orang melakukan meditasi atau
membangkitkan kesadaran rohaninya melalui rasanya, bahwa dirinya
bukan badan wadag (jasad) ini akan tetapi dirinya adalah sesuatu
yang ada, menguasai tubuhnya dan pikirannya
. Dengan kesadaran
yang terus menerus di bangkitkan, maka anda akan mengalami perubahan
keadaan yang amat luas dan cerdas
dengan demikian anda
akan mendapatkan pencerahan dan memahami lebih dalam bahasa tersebut
dengan jelas
..( saya hanya menjelaskan secara singkat phenomena
jiwa ini karena anda harus melalui tahapan dan latihan tertentu,
dan tidak bisa saya tulis pada jawaban ini, yang jelas pertanyaan
anda sudah saya jawab bahwa hal ini bisa dipelajari)
Phenomena
fikiran
Banyak
binatang yang lebih kuat di dunia, tetapi hanya manusia yang mempunyai
kesanggupan untuk mempertimbangkan hal-hal bagi dirinya sendiri,
dan dipahami oleh orang-orang lain. Kuasa pikiran merupakan suatu
phenomena, jauh melebihi kesanggupan kita untuk memahami sepenuhnya.
Meskipun dengan perlengkapan modern yang paling halus sekalipun,
masih banyak perkara perlu kita pelajari tentang apa yang sebenarnya
sedang terjadi di dalam otak.
Sejauh
yang dapat kita tentukan, pikiran adalah suatu proses listrik
yang bergantung pada banyak bagian otak yang berbeda-beda. Untuk
memungkinkan terjadinya proses berpikir, semua bagian yang bermacam-macam
ini harus bekerja dengan lancar dan harmonis pada saat yang sama.
Semua
pikiran kita dibentuk sebagian besar berasal dari ingatan tentang
pemandangan / pengalaman yang sudah kita lihat dan alami sendiri.
Sebagai contoh, kita menyadari apa yang kita lihat, dengar dan
rasa sekarang ini, hanya karena ingatan kita yang lampau, yang
sudah di simpan didalam otak yang tersedia untuk di ingat kembali
pada saat kita memerlukannya.
Otak
menghasilkan gelombang-gelombang yang bermacam-macam. Gelombang-gelombang
ini dapat diikuti di atas secarik kertas yang bergerak dengan
cepat yang disebut encephalogram. Bentuk gelombang-gelombang ini
sangat berbeda-beda, bergantung pada derajat kegiatan di dalam
otak itu sendiri.
Ingatan
sangatlah penting, karena ingatan adalah sensasi pikiran yang
mampu mengulang sebuah peristiwa yang telah disimpan di dalam
otak, ingatan mampu mencari file-file dengan sangat cepat di dalam
memori otak yang pernah terjadi dimasa kanak-kanak, dan pikiran
mampu berfantasi kesana kemari menuju alam baru yang dikehendakinya.
Pikiran mampu beranjak dari ruang dimensi diluar dirinya
sehingga
pikiran mampu membaca pikiran yang tersimpan di didalam pikiran
orang lain (seperti hipnotisme, magnetisme, telepati dll). Hal
ini dikarenakan otak manusia memiliki gelombang-gelombang elektromagnetik
yang bisa dihubungkan dengan gelombang magnet bumi yang tersebar
di angkasa yang luas
.
Daya
magnetik inilah yang meyimpan suara-suara, gambar peristiwa purbakala,
termasuk bahasa kuno, dan kenyataan ini sama persis dengan ilmu
pengetahuan modern seperti siaran televisi, yang memungkinkan
bentuk-bentuk atau gambar disuatu tempat disiarkan melalui saluran
UHF ketempat lain dengan gelombang diangkasa
. Kita bisa
melihat gambar hidup dan mendengarkan suara secara 'live' dibalik
bumi sebelah sana, ~ pengetahuan ini memungkinkan orang bisa berkomunikasi
atau menghubungkannya dengan memori besar pada angkasa yang banyak
menyimpan peristiwa-peristiwa dan suara-suara yang pernah terjadi
pada masa lalu atau masa yang sedang berlangsung.
Pikiran
sudah lama dipelajari orang untuk therapi menghilangkan rasa sakit
ketika pasien hendak di operasi, sehingga orang yang dihipnosa
menjadi kehilangan kesadarannya untuk sementara seperti dibius.
Le Shan dalam bukunya yang terkenal How to Meditate ~ dicetak
ulang lebih dari 20 kali ~ menyebutkan bahwa meditasi dan berfikir
transcendental dapat menambah ketahanan kulit terhadap aliran
listrik hingga 400 % .Ia juga menegaskan bahwa keadaan jiwa pada
saat bermeditasi secara mendalam merupakan puncak ketenangan yang
dapat menolak segala emosi dan keruwetan pikiran.
Dengan
demikian sangat mudah difahami bahwa untuk mampu berbuat seperti
itu harus melalui latihan yang tidak mudah dan harus di lakukan
secara serius dan tekun.
Wassalamu'alaikum
Wr, Wb,
Abu
Sangkan