![]() |
![]() |
||||
|
Semua
Agama Mengajarkan Ketuhanan Yang Maha Esa
|
||
|
Beberapa
waktu yang lalu kita di kejutkan dengan
pemberitaan di media masa " bahwa
agama itu sama". Anand Krishna dengan
buku-buku karangannya adalah pelopor utama
pada saat itu, yang memberikan referensi
argumentative pernyataan tersebut dengan
mengambil tafsir-tafsir pada kitab-kitab
setiap agama yang sudah ada. Anand mencoba
mengaitkan dengan dalil-dalil yang ada
Tentu
saja hal ini tidak akan sesuai dengan
maksud ayat tersebut, karena Anand tidak
memahami kaidah-kaidah bahasa Kitab, terutama
bahasa Alqur'an
..Dia mencari dalil
pembenaran (asal benar) mengenai reinkarnasi,
mengenai Tuhan adalah sejatinya sendiri
(manunggaling kawula gusti), atau semua
agama adalah sama yang merupakan pengulangan
pendapat Ibnu `araby atau Salah satu alasan dan dalil untuk mendukung pendapatnya diambil dari ayat Alqur'an surat Al baqarah ayat 62 : "sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang nashrani dan orang-orang shabi'in, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh , mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati .." Ayat ini jelas menggambarkan, bahwa Allah mengutus seorang Nabi (yang diturunkan setiap kurun), yang membawa berita wahyu dari Tuhannya berupa syariat agama yaitu kitab suci, misalnya Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa untuk kaum Yahudi ( Israel), Injil kepada Nabi Isa As, Zabur kepada Nabi Dawud dan Alqur'an kepada Nabi Muhammad Saw ..dan apabila mereka menjalankan syariat itu (menurut kitab yang diturunkan saat itu) dengan benar maka mereka akan mendapatkan pahala dan ketenangan sehingga tidak merasakan kekhawatiran dan bersedih hati .. Syariat agama-agama terdahulu merupakan bukti adanya kebenaran, dan itu digambarkan oleh Alqur'an ..bahwa Alqur'an merupakan kitab pembenaran agama-agama sebelumnya dan meluruskan prinsip-prinsip yang telah diselewengkan oleh para pendeta atau rahib sesudahnya ..Allah berfirman : "Dia menurunkan Al kitab (Alqur'an) kepadamu dengan sebenarnya, membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil "( QS. Ali Imran :3 ). Musa
dan Rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad
saw. adalah pemimpin kaum mereka masing-masing.
Firman Allah : "Kami tidak mengutus seorang rasulpun melainkan dengan bahasa kaumnya supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana " ( QS. Ibrahim : 4 ) Alqur'an adalah potret peristiwa-peristiwa (koleodoskop) yang pernah terjadi sebelum Muhammad. Allah memberitakan kepada generasi sesudah Nabi-Nabi terdahulu , untuk meneruskan ajaran tauhid yang sudah tidak murni lagi, dan meluruskan naskah-naskah yang sudah tercampur dengan pikiran-pikiran manusia. Hal ini terbukti dari adanya kitab-kitab yang tidak asli bahasa induknya (karena naskah aslinya sudah hilang, atau tidak pernah dituliskan pada masa itu) seperti contohnya kitab injil, dimana kitab itu baru ditulis pada pertengahan abad II M, atau lebih tepat lagi sesudah 140 tahun kematian Yesus. Pengarang-pengarang atau penulis injil-nya adalah Matius , Markus , Lukas dan Yahya. Injil
yang kemudian menjadi resmi atau kanonik,
baru diketahui lama sesudah itu, meskipun
redaksinya sudah selesai pada permulaan
abad II. Menurut terjemahan ekumenik,
orang mulai menyebutkan riwayat-riwayat
injil mulai pertengahan abad II, akan
tetapi selalu sukar untuk menetapkan,
apakah riwayat-riwayat itu disebutkan
menurut teks tertulis atau hanya menurut
ingatan-ingatan fragmen dari tradisi lisan.
Sebelum tahun 140 tak ada bukti-bukti
bahwa ada orang yang mengetahui tentang
kumpulan-kumpulan fasal-fasal injil.(
dikutip dari buku Bible, Qur'an,dn sains
Modern. Oleh Dr. Maurice Bucaille ). Musa dihadapkan kepada dua persoalan, yaitu persoalan kedhaliman Raja Fir'aun dan kekeraskepalaan kaum Yahudi yang selalu tidak puas atas pertolongan Allah..Dan Nabi Musa meyakinkan kepada Ummatnya bahwa Allah selalu bersamanya di dalam kesempitan (kesulitan), yaitu ketika dikejar kaum kafir sampai diperbatasan laut, dimana akal orang-orang Israel sudah tidak bisa berbuat banyak untuk melepaskan dari vonis maut yang telah berada didepan matanya lalu Allah berfirman kepada Musa pukulkan tongkatmu ke laut maka terbelahlah lautan bebas itu, sehingga kaum Israel bisa berjalan melalui dasar lautan sampai ke ujung pulau diseberang sana .kemudian Allah menenggelamkan fir'aun dan pasukannya ketika mereka mengikuti rombongan kaum Nabi Musa sebelum mereka sempat menangkapnya .Inilah kisah yang menggambarkan kepada manusia bahwa sebesar apapun kekuatan itu jika dibandingkan dengan kekuasaan Allah tidak akan mampu menataki sedikitpun. Hal ini telah dibuktikan oleh Nabi Musa kepada kaumnya yang sering membantah perintahnya. Kalau kejadian diatas kita simpulkan, kita dapat melihat bahwa nabi Musa mengajarkan sesuatu yang sangat simple, yaitu bersandar kepada Allah (bertauhid) adanya Dzat Allah yang selalu melindungi hambanya yang mendekat (bergantung ) inilah misi setiap Nabi diturunkan , yaitu mengabarkan tentang kebenaran Allah bukan kebenaran manusia atau suatu bangsa . Kemudian ajaran Nabi Musa ini memudar setelah serangkaian cerita israiliyat lebih menonjol ketimbang ajaran tauhidnya. Timbul kebanggaan bahwa orang-orang Israel adalah kaum pilihan Tuhan yang selalu disayang Tuhan .Israel adalah kaum yang beradab dan berderajat tinggi .Sikap ini bertambah laun bertambah menyesatkan kaum Israel karena kebanggaan terhadap ras, sehingga menuhankan dirinya sendiri Keadaan ini menjadi sangat memprihatinkan sehingga turun Roh Kudus (Isa Al masih) untuk menertibkan keadaan yang kacau balau dengan konsep kasih sayang .Allah menunjukkan kesaksian atas kaum Israel yang congkak agar melihat bahwa kekuasaan itu turun dari Allah bukan dari dirinya sendiri kehebatan Musa itu berasal dari Allah. karena Musa adalah salah satu diantara hamba Tuhan yang berpendirian kokoh bahwa Allah adalah segala-segalanya ..( bahwa Nabi Musa adalah hamba yang selalu berharap dan bergantung kepada Allah semata) Sudah menjadi tabiat manusia , jika kebenaran itu muncul kepada kita atau manusia lainnya , kadang kita sering melupakan dari mana sebenarnya kebenaran itu berasal. Kita menjadi angkuh tatkala sudah mendapatkan rezki yang banyak dan kaya raya, kita mengatakan akulah yang paling hebat dari pada kalian yang miskin. Begitupun orang yang pandai atau yang kuat ..dia berkata akulah yang paling hebat dan kuat ..sehingga melupakan kekuatan itu berasal dari Allah .Hal ini dialami orang atau bangsa-bangsa yang pernah menjadi masyhur karena pertolongan Allah seperti kaum Yahudi yang tertindas oleh Fir'aun, ketika mereka telah menjadi orang yang terhormat mereka lantas melupakan Tuhannya malah mengagumi bangsanya yang hebat, yang mampu mengalahkan Fir'aun serta mampu menghadapi rintangan sesulit apapun ..Euphoria yang berlebihan itu menyebabkan kaum Yahudi menjadi bangsa yang congkak dan keras kepala sampai kini. Allah menurunkan Nabi Isa untuk membuktikan kekuasaan itu berasal dari Allah bukan dari suatu kaum atau manusia. Yesus merupakan bukti kebenaran hakiki melalui mukjizat dari Allah atas kelahirannya yang tidak berbapak, menyembuhkan orang yang sakit, menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang sakit kusta, dan orang buta . Keadaan ini menyebabkan orang-orang Yahudi tidak menerima kehadirannya, karena akan mengancam eksistensinya sebagai kaum yang terbaik yaitu kaumnya Nabi Musa sang perkasa .. mereka tidak mengakui Isa (Yesus) sebagai Rasul Tuhan .Nabi Isa turun untuk menyatakan bahwa Allah adalah Esa, seluruh langit dan bumi adalah sebagian dari kerajaan Allah yang di kuasai-Nya .artinya, Yesus datang hanyalah untuk memberitakan adanya Allah yang Maha kuasa dan menyampaikan bahwa dirinya telah diutus sebagai Rasul untuk meneruskan ajaran Tuhan yang telah disampaikan oleh pendahulunya yaitu Nabi Musa, yang hanya menerima ajaran the ten comandement, yang seharusnya berkembang sesuai dengan perkembangan peradaban manusia. Sebab manusia adalah makhluk yang dinamis. Kebencian terhadap Yesus menyebabkan Yesus harus menerima perlakuan yang tidak baik dari kaum Yahudi. Perlakuan Yahudi terhadap kekasih Allah ini membuat pengikut Yesus sedih dan hampir tidak percaya hal itu terjadi kepada orang yang sangat dikasihi Allah . hal ini pernah di alami oleh pendahulu Yesus yaitu Nabi Zakariya yang mati digergaji oleh kaum kafir , juga Nabi-Nabi sebelumnya telah banyak Mati terbunuh. Bagi orang Israel, hal ini tidak boleh terjadi karena manusia suci itu tidak mungkin mati terbunuh, apalagi kematiannya seperti terhinakan di gantungan kayu salib atau digergaji. Sehingga mereka beranggapan bahwa Yesus sedang dipanggil Allah, sebagai penebus dosa bagi kaum Israel. Pendapat ini berkembang menjadi bahwa Yesus adalah anak Allah .sampai sekarang Penyebutan Tuhan kepada orang-orang suci seperti kepada Nabi Isa telah ada sejak peradaban manusia itu berkembang (sebelum Masehi) ,seperti terjadi kepada Sri Krishna, Sang Budha Sidharta Gautama, Raja Fir'aun , Uzair, Hercules dll . Kepercayaan itu muncul setelah melihat kelebihan-kelebihan yang luar biasa (berupa mukjizat) dan kharisma sang pemimpin, lantas mengalami kekecewaan yang maha hebat setelah terjadi peristiwa yang mustahil dilakukan orang lain terjadapnya. Kepercayaan tersebut masih bercampur dengan cerita-cerita yunani kuno yang menggambarkan tentang Tuhan sebagaimana manusia, berbapak, beribu, beranak, bersaudara dll Kekecewaan semacam ini hampir saja terjadi kepada Nabi Muhammad ketika wafatnya . Waktu itu Umar bin Khatthab berkeliling kampung sambil berteriak mengatakan, siapa yang mengatakan Muhammad itu mati !! tiba-tiba suasana terasa mencekam karena takut akan terjadi apa-apa. Abu Bakar berkata : "siapa yang menyembah Muhammad, sesungguhnya Muhammad telah Mati !!" Perkataan Abu bakar yang lembut dan tegas ini membuat jantung Umar bin Khattab seakan berhenti sesaat ..lalu merontokkan emosinya yang bergelegak dan Umarpun sadar ..bahwa Rasulullah pernah bersabda : Janganlah kalian seperti orang-orang Nasrani yang mengagungkan Isa dengan sangat berlebihan Di Indonesia, ada sebagian orang Jawa di pedesaan menganggap Mantan Presiden RI-1 Soekarno itu belum meninggal, bahkan sering muncul di daerah asal kelahirannya (Blitar) atau kadang ia berada di Istana Bogor (benar tidaknya wallahu a'lam). Di daerah Jawa Barat, Prabu Siliwangi (Raja Pajajaran) dianggap masih hidup sampai sekarang (di Istana Bogor) yang hal ini bermula karena beliau adalah Raja yang sangat dikagumi oleh rakyatnya ditanah Pasundan, namun dengan terpaksa ia harus menyerah kalah dengan kerajaan Islam di Jawa. Pengikut Prabu Siliwangi tidak dapat menerima kenyataan tersebut dan menganggap beliau bukan/tidak mati tetapi hanya Muksa (Masuk ke alam Ghaib) dan menjelma sebagai Harimau. Mitos itu sampai sekarang masih melekat pada sebagian masyarakat Pasundan (Jawa Barat) Kisah Yesus dianggap Tuhan oleh ummatnya, sebenarnya telah banyak terjadi semenjak kaum primitif kesulitan mengungkapkan masalah wujud Tuhan. Sehingga dengan sangat sederhana membuat sarana-sarana yang memudahkan pikirannya tertuju kepada objek Tuhan yang tidak tampak (Ghaib). Sehingga ia menggambarkan tentang Tuhan kepada apa yang dipikirkan (konsepsi manusia) dengan sesuatu yang sangat besar dan menakutkan atau berwibawa . Konsepsi primitif ini sangat sederhana dan mudah mencari padanannya dalam pengungkapannya, misalnya dengan membuat patung-patung besar dengan wajah yang menakutkan, gunung yang paling tinggi seperti Gunung Fuji di Jepang, Gunung Maha Meru di India atau Sungai yang sangat besar seperti Gangga . Dengan mengungkapkan keadaan atau melambangkan sifat ketuhanan .Umat Hindu menggambarkan sifat Tuhan Yang Maha Pencipta dengan wajah seorang Yang Arif dan bertangan banyak,dan ungkapan bahwa Tuhan adalah Sang Perusak digambarkan dengan wajah yang menakutkan dan sangar, atau Sang Pemelihara digambarkan dengan wajah yang teduh dan menyenangkan. Semuanya terwujud dalam tiga sifat tetapi satu, yaitu TRIMURTI terdiri dari Brahmana, Siwa, dan Wisnu. Semua itu adalah sifat Tuhan Yang Maha Esa (Sang Hyang Widi Wasa) yaitu Brahman Yang Agung, yang tidak berupa, tidak laki-laki atau perempuan, tidak bisa dibayangkan dengan pikiran dan tidak sama dengan makhluknya terangkum dalam mantra suci "AUM" yang berarti tidak mampu seluruh kata menggambarkan-Nya, dari terbukanya mulut( Aa) sampai terkatupnya mulut.(Um) Demikan juga ajaran Tao, yang mengatakan semua alam berada didalam keabadian dan segala alam adalah liputan-Nya. TAO adalah wujud yang tidak tergambarkan , tidak laki-laki dan tidak perempuan. Dialah yang Universal yang menggerakkan alam semesta. dilambangkan dengan Yin dan Yang. Tokoh yang membawakan ajaran ini adalah Chuang-Tsu (369 SM-286 SM ) atau lebih dikenal dengan Confucius dan agamanya disebut Confucianisme (belakangan orang banyak mengagungkan beliau sehingga patungnya dijadikan untuk perantara menuju Tao). Didalam ajaran Budha dikenal dengan keabadian sejati atau Hong Wilaheng sekaring bawana langgeng , bahwa dibalik semua alam ini adalah Keabadian. Semuanya diliputi oleh keabadian Dzat Yang Mutlak ( Tuhan ). Ajaran ini dibawakan oleh Sang Budha Gautama.(namun akhirnya sang Budha di jadikan Objek ketuhanan , karena sang Budha adalah Tuhan itu sendiri) Dalam kitab Samuel yang kedua pasal 7 ayat 22 disebutkan sebagai berikut : " maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Tuhan melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami."(akan tetapi Yesus dijadikan objek ketuhanan karena dianggap Yesus adalah anak Allah, karena di dalam Yesus adalah Allah ) . Kalau kita perhatikan seluruh agama yang ada (sebelum Islam), masih tersisa pesan-pesan tentang nilai ketuhanan yang Menggambarkan kelanggengan (keabadian) bentuk Dzat Yang tidak tergambarkan, itulah Tuhan Yang Hakiki .yang menggerakkan alam, meliputi segenap keadaan, tidak bisa diserupakan dengan keadaan atau makhluk ciptaan, tidak terikat oleh kata, waktu dan ruang karena Dia adalah La syarkiyyah wala Gharbiyyah (tidak timur dan tidak barat), Yang awal dan Yang Akhir , HUU , Dia Alfa Omega, Dialah AUM, OM dan Dialah TAO ( inilah WUJUD kemurnian tentang Dzat Tuhan yang merupakan Misi setiap agama ) akan tetapi hal ini menjadi rancu, ketika orang sudah mengaitkan dengan kefanatikannya terhadap sang utusan. Sehingga tidaklah heran mereka menganggap orang yang suci seperti nabi-nabi adalah AFATHARA, yang menjadi perantara kalam ilahy (afathara/ Bethara) dengan jalan emanasi kepada manusia.Kasus ketuhanan Yesus sebenarnya tidak ada bedanya dengan agama-agama purba lainnya, karena selalu berakhir dengan "Penuhanan" pemimpin atau Utusan Tuhan karena dianggap Tuhan berada di dalam dirinya. Tradisi kuno ini masih mempengaruhi ummat Yesus yang ditinggalkannya ... sampai sekarang . Mengapa Islam diturunkan ke Dunia ?? Sebelum saya berbicara mengenai kemurnian Dzat mutlak, marilah kita bahas terlebih dahulu mengenai kemurnian naskah-naskah ajaran agama. Naskah-naskah ajaran agama banyak yang sudah bercampur dengan mitos Yunani, Israiliyat, dongeng purbakala, Negeri Antah Berantah, Kerajaan Dewa-Dewa, Kekuasaan Ular Naga dll. Sampai sekarang masih tidak jelas kapan naskah tersebut dituliskan dan dibukukan dengan kesaksian yang dapat dipercaya, padahal ajaran-ajaran itu hadir pada ribuan tahun yang lampau, dimana sumber berita-beritanya tidak bisa diambil rujukan kebenarannya. Taoisme sudah ada ribuah tahun Yang lalu. Veda yang merupakan kitab pegangan orang-orang yang beragama Brahma atau Hindu mulai dikenal antara tahun 1150 dan tahun 1000 sebelum masehi. Kitab Tripitaka yang merupakan kitab suci agama Buddha, lahir tahun 563 sebelum masehi, yang dipimpin oleh Sidharta Gautama, dan sampai sekarang belum ditemukan naskah aslinya. Kitab-kitab agama-agama samawi seperti Taurat, Zabur dan Injil sampai sekarang juga belum ditemukan naskah aslinya. Apakah dilakukan tradisi penulisan atau tradisi lisan dan hafalan yang disampaikan dari mulut-kemulut ..??? Sebagai
contoh, kitab Injil
pengarang
kitab injil bukan murid Yesus secara langsung.
Pada tahun-tahun pertama setelah munculnya
agama Kristen beredarlah bermacam-macam
tulisan mengenai Yesus. Tulisan-tulisan
itu tidak dianggap autentik dan Gereja
memerintahkan supaya tulisan-tulisan itu
disembunyikan. Inilah asal timbulnya kata
: apokrif (injil yang disembunyikan ).
Dari teks tulisan tulisan tersebut ada
sebagian yang terpelihara baik karena
mendapat penghargaan umum, seperti surat
atau ajaran Barnabas, tetapi banyak lainnya
yang dijauhkan secara brutal, sehingga
yang ada sekarang hanya sisa-sisanya dalam
bentuk fragmen. (begitulah yang dikatakan
oleh terjemahan Ekumenik). Tulisan yang
dianggap tidak autentik, karena dianggap
sebagai penyebab kesesatan, maka tulisan-tulisan
tersebut dianggap tidak ada. Walaupun
begitu, injil orang Mesir yang diketahui
oleh pendeta-pendeta gereja, mempunyai
kedudukan yang hampir sama dengan injil
Kanon. Begitu juga injil Tomas dan injil
Barnabas. Diantara tulisan-tulisan apokrif
(yang diperintahkan gereja supaya disembunyikan)
banyak yang memuat perinci-perinci yang
bersifat khayalan, yaitu yang dihasilkan
oleh imaginasi orang awam. Hal
di atas berbeda dengan Bahasa Alqur'an,
yang tidak pernah mengalami perubahan
bahasa, kalaupun diterjemahkan kedalam
bahasa asing tidak meninggalkan bahasa
asli disampingnya. Hal ini untuk memudahkan
pembaca agar mengerti bahwa pengertian
bahasa itu haruslah sesuai dengan pengertian
yang tertulis dalam bahasa Aslinya. Dengan
demikian Alqur'an akan terhindar dari
pengertian yang salah dan rendah jika
bahasa asing itu ternyata tidak mampu
menangkap makna bahasa Alqur'an yang tinggi
.Persoalan
keautentikan naskah ini sangat penting,
sebab wahyu tidak boleh bercampur dengan
kebohongan manusia atau bercampur dengan
kelemahan pikiran manusia yang setiap
saat berkembang. Dari naskah inilah kita
bisa memahami kebenaran suatu ajaran agama. Kebenaran suatu agama tergantung dari kebenaran atau kesucian kitabnya. Apakah ia betul-betul dari Tuhan ataukah hanya tulisan manusia belaka. Bisa jadi pada mulanya, ia adalah wahyu Tuhan, kemudian dirombak dan diubah sedemikan rupa untuk disesuaikan dengan keyakinan dan filsafat tertentu. Kriteria pertama sebagai tolok ukur kebenaran dan kesuciannya, adalah ia tidak dicampuri oleh hasil pikiran dan angan-angan manusia, serta bebas dari kesalahan. Sebab, Tuhan yang Maha benar adalah sumber dari segala kebenaran dan mustahil Dia melakukan kesalahan. Dengan demikian, wahyu dari Tuhan pasti tidak akan pernah salah dan tidak akan mengalami perbaikan, perubahan, penambahan, ataupun pengurangan sedikitpun. Jika ada kitab yang dianggap suci mengalami hal tersebut, berarti ia bukan kitab suci, melainkan hanyalah tulisan manusia belaka yang mengaku wakil Allah yang memegang otoritas untuk menulis kitab suci. Padahal itu semua tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Setiap orang Kristen pasti tidak akan menyangkal bahwa didalam kitab sucinya terdapat banyak kesalahan dan pertentangan antara ayat-ayatnya, yang tidak bisa dipertemukan, serta sering mengalami revisi atau perbaikan. Disamping itu, selamanya mereka tidak akan mampu menunjukkan kitab sucinya yang betul-betul dari Yesus (Nabi Isa). Sudah terbukti , Injil sekarang bukanlah Injil Yesus, melainkan hasil karangan orang-orang yang tidak pernah berjumpa dan mengenal Yesus. Jika diteliti lebih lanjut, pasti akan terungkap, bahwa injil yang dipegang oleh pemeluk agama Kristen sekarang adalah kitab suci hasil karangan paulus dari Tarsus yang mengaku mendapatkan mandat dari Yesus melalui (alam) ghaib untuk menyebarkan agama Kristen sehingga menimbulkan pertanyaan : Agama Kristen sekarang ini apakah agama Yesus ataukah agama Paulus ?? Sebagaimana
diketahui , bahasa yang dipakai oleh Yesus
sehari-hari adalah bahasa Aram. Lalu mengapa
Injil bahasa Aram tidak ada, kemudian
berubah menjadi bahasa Yunani. Mengapa
Injil Matius, Lukas dan Markus terdapat
kesamaan, sehingga disebut injil synopsis,
sedangkan Injil Yahya (Yohanes) sangat
berbeda ? Berikut ini adalah proses terbentuknya
kitab perjanjian baru. Demikian saya tidak akan terlalu jauh membahas persoalan kebenaran suatu ajaran agama sampai detail, kecuali secara global bahwa kebenaran itu tidak bisa menurut perkiraan dan angan atau menurut orang tua kita secara turun temurun sehingga nilai objetifitasnya tidak ada. Kita harus berani mengambil sikap kalau memang kita benar-benar mencari kebenaran.Bukan karena propaganda pendeta atau kyai tanpa mempertimbangkan dengan jujur. Mari kita kembali membahas masalah kemurnian Dzat Mutlak yang bisa menjelaskan mengapa Islam diturunkan ke Dunia. Telah diakui dan disepakati oleh semua agama bahwa Dzat Mutlak tidak bisa digambarkan, tidak laki-laki dan tidak perempuan, tidak bisa diserupakan dengan ciptaan-Nya. Konsep Laa ilaha illallah tiada ilah kecuali Dzat Mutlak, merupakan sesuatu yang disepakati dalam bahasa Universal. Bahwa diatas makhluk ada kemutlakan yang semuanya bergantung kepada-Nya ( tai-chi ). Atau semua alam bergantung kepada TAO, dan Hong wilaheng sekaring bawana langgeng istilah arabnya Rabbul `alamin (tempat bergantungnya alam semesta) , bahwa sesuatu yang bergantung adalah lemah., yaitu sesuatu yang bisa digambarkan.berupa alam-alam ciptaan. Jika dalam bermeditasi atau bersembahyang, fikiran dan jiwa kita di arahkan kepada objek yang berupa alam (apakah itu bayangan diri sendiri, bentuk patung, irama nafas, membayangkan wajah guru suci, anak Tuhan dll ), maka kita akan terhambat kepada alam fikiran atau alam-alam ciptaan, yang tidak akan mampu menembus alam ketuhanan Mutlak, karena Allah atau Tao bukanlah alam. Jika sang meditator melihat sesuatu yang seperti digambarkan dalam pengalamannya ..berarti dia masih berada di wilayah ciptaan bukan kepada Dzat Mutlak (tersesat/ reinkarnatie ) Mutlak artinya tidak tersentuh sedikitpun oleh alam, sehingga untuk melihat-Nya harus meninggalkan alam (Moksa), bukan menuju alam, akan tetapi menyadari bahwa alam adalah fana (tiada). Kalau kita masih merasakan "keadaan" berarti kita dalam penyatuan dengan yang Mutlak artinya kita tidak melepaskan ketidak hakikian kita menjadi hakiki yang sebenarnya. Sarana atau perantara meditasi merupakan hambatan menuju yang Mutlak dalam bahasa Islam disebut Syirik, yaitu mencampurkan alam benda (sesuatu yang bisa dijangkau oleh fikiran) dengan Yang hakiki ketika bermeditasi atau bersembahyang. Akibatnya mereka akan berhenti kepada alam-alam (alam spiritual) yang masih jauh dari kebenaran Mutlak. Karena bagaimanapun bentuk alam itu masih dikategorikan alam, yang berarti masih berada dalam kekuasaan Allah atau TAO. Untuk mencapai kebenaran Mutlak harus meninggalkan ikatan alam-alam termasuk sarana-sarana ( patung, manusia, gunung, matahari, roh suci dll) karena semuanya masih berupa alam.Tuhan itu Esa tidak bisa disentuh oleh pikiran ( tak terbayangkan, tak terdifinisikan) Dialah TAO !! Selama pikiran kita bergerak untuk menciptakan gagasan tentang Tuhan, maka kita akan berhenti kepada gagasan itu. Selama orang itu bersembahyang menuju objek yang bisa dibayangkan (anak Allah, dewa, patung,Gunung, guru suci) maka orang itu telah terikat kepada alam-alam, tidak akan mampu menembus Dzat yang Mutlak, dan berhenti kepada gagasan alam semesta. Mereka menemukan kekuatan-kekuatan alam atau bahasa Alam bukan Tao itu sendiri. Demikian juga orang shalat jika di dalam shalatnya menuju kepada yang tidak jelas (ngelantur, melamun) maka objeknya adalah lamunannya sendiri sehingga ia tidak mampu menembus (mi'raj) menuju Dzat Mutlak ( Aqimish shalata li dzikri, dirikan Shalat untuk menuju Aku yang Mutlak, QS. Thaha:14 ) Di dalam Bhagavad Gita disebutkan, barang siapa sesembahannya (objek meditasinya) kepada roh alam maka ia akan kembali kepada roh alam, barang siapa sesembahannya kepada dewa-dewa maka ia akan mati kembali kepada dewa-dewa, dan akan menjalani reinkarnasi. Akan tetapi jika sesembahannya kepada BRAHMAN Yang Agung, maka ia akan kembali kepada keabadian Mutlak, dan tidak akan reinkarnasi. Di dalam ajaran Budha disebutkan, konsep dari personalitas ego adalah sesuatu yang digambarkan oleh pikiran yang diskriminatif yang harus ditinggalkan. Di lain pihak, Budha alami adalah sesuatu yang tidak bisa di diskriminasikan dan harus diselidiki di satu rasa bukanlah ego dalam rasa " Aku dan kepunyaanku" . (The teaching of Buddha) Didalam ajaran Taoisme mengatakan, agar dapat menyatu (sampai) dengan ketunggalan besar ( Yang Maha Besar ) manusia bijaksana harus mengatasi serta melupakan pemilahan diantara barang sesuatu dengan barang yang lainnya. Jalan untuk dapat bersikap demikian ialah dengan mengesampingkan pengetahuan ( tidak berbuat syirik/ mengabaikan konsepsi manusia) dan merupakan metode yang dipakai oleh kaum Tao untuk mencapai sikap bijaksana. Injil juga melarang syirik seperti diungkapkan pada surat Matius 7: 21-23 Kesimpulan dari setiap ajaran agama adalah mencapai kebenaran Mutlak dengan cara meninggalkan pengetahuannya (konsepsi pikirannya tentang gambaran Tuhan yang tak terdifinisikan) yaitu Tauhid MURNI. Dengan demikian Islam adalah agama pembenaran agama-agama terdahulu ( Ali Imran:3) dan sekaligus menyempurnakan peradaban yang dianggap sudah tidak relevan lagi pada masa sekarang. Islam diturunkan ke Dunia sebagai misi penyelamatan dari campur tangan mitos manusia tentang Tuhan, yaitu memurnikan nilai ketuhanan yangbersifat ESA. Menafikan segala bentuk ketuhanan kecuali Allah Yang Esa , tidak tergambarkan oleh konsepsi manusia dan tidak seperti apa yang dipirkan oleh pikiran dan perasaannya yang dalam bahasa Alqur'an disebut sebagai Tauhid yaitu gambaran tentang Tuhan secara hakiki. |
||
|
Copyright
© Yayasan Bukit Thursina 2002
|
|||