![]() |
![]() |
||||
|
Ayat
Kursi
|
||
|
Was-was
adalah keadaan dimana orang tidak bisa bersikap
dengan tegas atas keadaan dirinya sehingga
jiwa terombang-ambing.
Ada beberapa orang yang memahami Alqur'an dengan berbagai macam dalil dan kebutuhannya. Ada yang membaca Alqur'an sekedar untuk pelipur lara dari kesedihannya, dan dengan demikian terobatilah rasa dukanya. Ia mendasari alasannya dengan dalil bahwa Alqur'an itu obat. (Ash shifa'). Bagi orang-orang ahli hikmah, Alqur'an itu adalah sebuah mu'jizat yang bisa di gunakan untuk rajah, mantra, pengobatan, dan jampi-jampi atau wirid-wirid untuk memohon kekuatan kepada Allah. Dasar yang dipakai adalah pendapat seperti kata Ibnut Tien :
Kata Al qurthuby :
Ada sebagian orang yang memahami Alqur'an dengan pengertian yang sempurna, bahwa Alquran itu adalah tuntunan untuk memahami maksud Allah di dalam perintah dan larangannya. Seperti dalam ayat-ayat yang menganjurkan untuk bermuamalah (jual-beli), bercocok tanam, memperhatikan alam semesta dalam mengatur sebuah negara, dan menjaga kesehatan baik dari segi makanan maupun menjaga kondisi fisik. Alqur'an adalah hudan (petunjuk), yang menuntun kita untuk berbuat apa yang semestinya menurut Allah agar kita mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Misal nya ada sebuah ayat yang berbunyi "kuluu wasyrabuu ." - Makanlah dan minumlah- Ayat ini kalau tidak difahami dengan benar akan menjadi sebuah peristiwa salah kaprah di dalam penerapannya sehingga ayat tersebut hanya diulang-ulang dibaca dengan alasan, bahwa dengan membaca ayat ini akan mendapatkan karomah atau kelebihan dari yang menjaga ayat atau huruf dari Alqur'an. Mungkin bagi orang yang mengerti bahasa Arab, akan tersenyum mendengar orang yang membaca ayat ini, ketika melihat orang Indonesia mewiridkan ..makanlah..minumlah ..makanlah minumlah .. makanlah minumlah .. makanlah .. minumlah makanlah minumlah sebanyak seribu kali .. Atau penegasan ayat yang mengatakan bahwa Allah itu sangat kuat, sangat dekat, Maha melihat, Maha penyantun , Maha kuasa atas segala sesuatu, dan Maha mendengar .Jika hal ini hanya dibaca diulang-ulang tidak akan membawa dampak kepada perubahan mental atau keimanan seseorang. Sebab kalau tidak difahami sebagai makna sebenarnya, orang akan tetap mencuri, berbohong, mengeluh, dan takut Akan tetapi jika kita mengerti akan maknanya dengan benar dan menerapkan sebagai pengertian secara dewasa, kita tidak akan berani berbohong karena Allah sangat mendengar bisikan hati kita, kita tidak akan mengeluh karena Allah sangat memperhatikan manusia yang mau mendekat, kita tidak akan berbuat korupsi karena Allah selalu mengawasi perbuatan kita setiap saat .. Begitu juga dengan bacaan ayat kursi yang diwiridkan. Saya tidak menyalahkan orang yang mendawamkan bacaan ayat ini, karena Rasulullah sendiri menganjurkan untuk sering membacanya, yang tujuannya agar memahami isi kandungan ayat tersebut, yaitu membuka hijab manusia, untuk menyadari bahwa Dialah Allah, tiada Tuhan yang wajib disembah melainkan Dia, yang senantiasa hidup dan menguasai dan memelihara kepentingan hamba-Nya. Tidak dipengaruhi oleh kantuk dan tidak pula oleh tidur. Tuhanlah yang mempunyai segala apa yang dilangit dan segala apa yang di bumi. Siapakah gerangan yang memberi syafaat di sisi-Nya dengan tiada seizin-Nya. Ia mengetahui apa yang dihadapan mereka dan apa yang dibelakang mereka, sedang mereka tiada meliputi (mengetahui) sesuatu dari ilmu-Nya melainkan sekedar yang Tuhan kehendaki, termasuk segala urusan langit dan bumi dan tiada berat lagi bagi Allah memelihara langit dan bumi itu, dan Allah itu maha Tinggi lagi Maha Besar (Ayat Kursi). Maksud ayat ini adalah agar kita menyadari bahwa Allah itu sangat luas kekuasaanNya, semua dalam liputannya (pengawasannya), Dia tidak dipengaruhi oleh kantuk dan tidur. Dia mengetahui apa yang dibelakang (tersembunyi) dan apa yang di hadapan kita. Sehingga jika kita memahami ayat ini secara benar maka tidak-lah mungkin orang akan berbuat seenaknya, seperti korupsi, berdusta, curang dan pengrusakan alam sekitarnya. Akan tetapi jika ayat ini hanya dijadikan sebuah wiridan, tanpa mengerti maksud tujuan ayat tersebut, yang terjadi malah sebaliknya, akan terjadi arogansi si pembaca karena kadang si pembaca malah menunggu bantuan dari khadam pemelihara ayat-ayat tersebut sehingga menjadikan dirinya terjebak kedalam nilai kesyirikan yang di kutuk oleh Allah. Saya sering mendengarkan orang berbicara mengenai wirid yang di dawamkan akan mempunyai khadam pembantu yang akan selalu menolong siapa saja yang mengamalkannya. Hal ini sangat bertentangan dengan ayat tersebut yang menegaskan bahwa Allah adalah Sang Penolong, Yang memelihara semua makhluk-Nya, tempat meminta. Agar
kita tidak terjebak dengan pengertian
yang keliru, maka hendaklah ketika kita
membaca ayat kursi, menghayati maksud
ayat tersebut. Kita di perintahkan bersandar
kepada Allah, janganlah engkau takut karena
Allah mengawasi kita
percayakan
semua urusan kepada petunjuk Allah. Di
dalam mewiridkan, jangan sedikitpun mengharapkan
datangnya petunjuk dari selain Allah (misalnya
khadam, orang berjubah putih, atau orang
yang mengaku wali dll), hanya Allah tujuan
kita, selain itu kita tolak ! Ayat kursi
kita jadikan sebuah prinsip hidup di dalam
bertauhid kepada Allah. Inilah prinsip yang harus kita terapkan setelah membaca makna ayat kursi bukan sekedar untuk dibaca dan di ulang-ulang (wirid) .. dengan demikian anda akan keluar dari persoalan pengaruh secara kejiwaan seperti pada mimpi anda (object to be a victim) Seperti sebuah ayat yang sebut diatas, tentang perintah makan dan minum jika ayat-ayat ini hanya di baca dan diwiridkan, kita tidak akan mendapatkan pesan apa yang diinginkan oleh Allah yaitu ..memakan dan meminum, yang tujuannya untuk membangun tubuh menjadi tumbuh dan sehat .. Ayat kursi merupakan ilmu pamungkasnya orang-orang mukmin jika diterapkan dengan benar dia tidak akan pernah takut, tidak pernah khawatir, hatinya akan selalu waspada karena Allah melihat kelebat hati setiap manusia .. Mudah-mudahan ayat kursi enjadi prinsip hidup yang ideal . bukan sekedar mencapai target hitungan dan waktu ..karena tauhid adalah kehidupan dan keimanan yang tidak boleh ditentukan oleh jarak dan waktu .. |
||
|
Copyright
© Yayasan Bukit Thursina 2002
|
|||